Laman

Sabtu, 03 Juli 2010

tak mungkin


ungkapan hati untuknya dulu, saat rasa kami belum saling bertatap




aku merasa tak mungkin dan kau pun merasa tak mungkin.....
Hingga akhirnya ketidakmungkinan yang kita rasakan membuat kita menjadi bungkam dan membunuh perasaan kita masing-masing....

apakah aku yang salah karena tak menyadari perasaan ini dari dulu....?
ataukah kau yang salah karena tak pernah mengungkapkannya dengan beranii...?

mungkiin kita sama sama salah... karena sikap yang kita hadirkan menciptakan seribu ketidakmungkinan untuk saling memilikii.... padahal kau dan aku merasakan satu perasaan yang sama..



atau.. apakah perasaan itu telah hilang dari hatimuu.? padahal aku baru saja membunuh keegoisan ku dan mengakuii keberadaan perasaan inii...

apakah sudah terlambat bagikuu merasakannya..??

aku Menungguu jawaban kejujuran hatiimuu...

apakah ada aku di hati muu..???


JAWAAAAABBBBB......!!!!!!

elegi

setetes embun hangat menertawai kebodohanku...
mengantarkan aku dalam malam yang semakin pekat...

entah akan terlelap atau hanya terus terjaga hingga tanyaku menghampiri jawabnya...
'akan kah pagi akan kembali menyajikan tenang? atau hanya menyisakan sebait galau yang terus mengikutii?'

jika pagi tak bisa lagi menyajikan tenang...
aku tak ingin lagii menyambut mentari...
biarkan saja aku terkurung dalam pekatnya malam...
tersesat dalam kegalauanku sendiri..
meringkuk dalam satu sudut kesendirian..

biarkan aku sendiri dulu.....

perih

setiap hembusan nafaskuu melukiskan kegalauankuu...
setiap langkahkuu menyuarakan kerinduankuu..

entah terungkap...
ataukah hanya menggema keras dalam ruang hatikuu yang tLah rapuh...

suara kerinduankuu....
suara kegalauankuu...
menjerit perih.....

seberapa manis senyum yang kuhadirkan...
seberapa keras suaraku tertawa...
tetap saja kegalauankuu ini melolong.. meneriakkan keperihannya...
seakan tLah berabad perih ituu mengendapp di dasar hati...
membentuk luka...

miris............